Tampilkan postingan dengan label berhasil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berhasil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Desember 2013

Akhirnya Pulau Komodo Berhasil Masuk Dalam 7 Keajaiban Dunia

Setelah melalui perjalanan panjang bahkan kontroversi banyak pihak akhirnya Pulau Komodo terpilih sebagai tujuh keajaiban dunia dalam kontes yang diselenggarakan Yayasan New7Wonders. Situs www.new7wonders.com, Sabtu 12 November 2011 dinihari mengumumkan tujuh keajaiban alam ini pada perhitungan suara sampai 11-11-2011.


Komodo dipajang sebagai salah satu 7 keajaiban dunia baru

Begitulah, Pulau Komodo berada di jejeran keajaiban dunia ini. Dalam laman pribadinya, New7Wonder mengatakan masih memeriksa, menghitung dan memverifikasi secara independen jumlah perolehan suara yang masuk. Pemenang resmi akan diumumkan dan dikonfirmasi pada awal tahun 2012.

Peringkat yang dimunculkan juga berdasarkan abjad, bukan jumlah perolehan suara. Berikut ketujuh daftar 7 keajaiban dunia versi New7Wonders berdasarkan abjad:

1) Amazon
2) Halong Bay
3) Iguazu Falls
4) Jeju Island
5) Komodo
6) Puerto Princesa Underground River
7) Table Mountain

Taman Nasional Komodo terletak di Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. Wilayah kawasan Taman Nasional itu mencakup sejumlah pulau. Gugusan pulau-pulau itu berbaris di antara Flores dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat. Selain kadal raksasa yang bersejarah, taman itu juga menyimpan pesona bawah laut dan panorama yang elok di mata.



Semoga saja komodo nasibnya lebih baik bukan semakin terdesak dengan eksploitasi wisatanya

sumber http://gendonentong.blogspot.com/2011/11/akhirnya-pulau-komodo-berhasil-masuk.html#ixzz1dUlISwLP
Read More..

Kamis, 21 November 2013

Wow! Ilmuan Berhasil Temukan Nyawa Tiruan

Benar-benar dahsyat temuan ilmuan ini. Bagaimana tidak, tidak main-main, mereka berhasil menciptakan nyawa tiruan. Apakah mereka mau menyaingi Tuhan? Terobosan baru ilmiah dilakukan ahli biologi berkewarganegaraan Amerika Serikat. Craig Venter berhasil menciptakan ‘kehidupan tiruan’ untuk kali pertama di laboratoriumnya. Sang ilmuwan tersebut, menyangkal bahwa dirinya mempermainkan Tuhan dengan karyanya itu.




Penciptaan sel sintetik yang digambarkan sebagai sebuah tonggak bersejarah dalam ilmu pengetahuan oleh seorang ahli asal Inggris itu, merupakan mimpi yang menjadi kenyataan dari penelitian yang berlangsung selama 15 tahun oleh ahli rekayasa genetik, Dr Ventern.

Dia mengembuskan nyawa ke tubuh bakteri menggunakan gen yang disatukan melalui proses di laboratorium dalam sebuah konsep pengembangan, dengan tujuan utama untuk membuat organisme material genetik. Termasuk di dalamnya, pembuatan organisme tiruan yang didesain untuk tugas-tugas khusus seperti membuat vaksin atau membersihkan polusi.




Tapi beberapa ahli melihat adanya potensi bahaya dalam temuan tersebut. Misalnya, nyawa sintetik bisa disalahgunakan untuk membuat senjata biologis.
Berbicara dalam program BBC2 Newsnight di Washington, Venter membantah tuduhan dirinya telah mempermainkan Tuhan. “Tuduhan itu selalu muncul setiap kali muncul terobosan baru di dunia medis atau ilmu pengetahuan yang terkait dengan biologi. (Penelitian) ini mempunyai tujuan kemanusiaan untuk mengontrol sifat alam. Itu sama seperti bagaimana kita menjinakkan hewan,” katanya.

“Ini adalah tingkat lebih tinggi dari pemahaman kita. Ini adalah tahap dimana kita bisa mulai memahami bagaimana kehidupan itu bekerja dan mungkin juga bagaimana kita bisa mengontrol sistem mikrobiologi untuk kepentingan kemanusiaan,” tambahnya.



Saat ditanya, teknik baru tersebut bisa dibeli oleh pemilik modal besar, Venter menjawab, teknologi tidak untuk diperjualbelikan. “Kami berupaya mengembangkan teknologi ini untuk memajukan bidang perlindungan vaksin. Kami akan menggunakannya untuk mengembangkan pemahaman dasar dari kehidupan sel,” jelasnya.

Venter juga menyangkal kekhawatiran sejumlah pihak bahwa teknologi itu akan digunakan sebagai bio terorisme. “Sebagian orang sepakat bahwa ada potensi yang berkembang, bahwa teknologi bisa digunakan untuk kekerasan. Tapi ada juga yang meyakini jika pengembangan ini sangat berpotensi untuk membantu kehidupan manusia,” paparnya.
Read More..